Sejarah Perkembangan Linux Dari Masa Kemasa di Dunia

Linux dikenal sebagai sistem operasi pada komputer yang memiliki kelebihan multiuser dan multitasking. Walaupun tidak sepopuler Windows yang dikembangkan oleh Microsoft, tetapi Linux tetap memiliki peminatnya tersendiri karena memiliki beberapa keistimewaan. Linux biasanya digunakan sebagai komputer server karena sistem operasi ini dikenal aman dan tangguh serta bebas virus.

Para developer software juga lebih sering menggunakan Linux karena lebih fleksibel dan bebas dibentuk dan dikembangkan. Tetapi tahukah anda bagaimana gagasan tentang Linux muncul dan bagaimana bisa bertahan sampai sekarang? Yuk simak artikel kami tentang sejarah perkembangan linux.

Awal Mula Gagasan Sistem Operasi Free Dan Opensource

Dimulai pada sekitar 1970-an ketika sistem operasi UNIX diperkenalakan kepada publik oleh AT&T Bell Laboratories, yang memicu banyak pihak untuk mengembangkan sebuah sistem operasi yang mirip dengan UNIX.

Baca Juga: 7 Linux Android Emulator Paling Ringan

Pada tahun 1983, Richard Stallman memulai projek NGU yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem operasi yang bebas, yang mirip, dan compatible dengan UNIX. NGU merupakan sebuah komunitas yang menjunjung tinggi Free And Opensouce Software.

Aplikasi yang memiliki lisensi NGU ini memiliki 3 kebebasan bagi penggunanya yaitu kebebasan untuk menggunakan, kebebasan untuk mendistribusikan, dan kebebasan untuk mengubah serta mengembangkan aplikasi tersebut.

Linus Torvalds Dan Kernel Linux-nya

Tujuh tahun sejak projek NGU dimulai,  mereka telah berhasil mengembangkan komponen untuk membangun sebuah sistem operasi mulai dari Compiler, Aplikasi, Libraries, User Interface, dan lain sebagainya.

Tetapi Kernel yang merupakan inti dari sebuah sistem operasi belum berhasil dibuat.
Pada tahun 1991, Linus Torvalds muncul ke publik dengan memperkenalkan sebuah Kernel yang dikembangkannya yang nantinya akan menjadi Linux Kernel yang dipakai sampai saat ini.

Sejarah Perkembangan Linux Dari Masa Kemasa

Linus adalah seorang mahasiswa Jurusan Komputer Science dari Universitas Helsinki. Awalnya Linus menulis Kernel tersebut untuk digunakan pada komputernya sendiri menggunakan bahasa C dan dipadukan dengan GNU C Compiler.

Kernel hasil karya Linus diberi nama Freax yang berarti Free, Freak dan X yang mengacu pada Unix. Tetapi Linus juga sempat terfikir untuk menamai Kernel-nya dengan Linux, tetapi dia menganggap itu terlalu egois karena sedikit mengandung namanya.

Kernel hasil karya Linus di-upload ke FTP Server untuk memudahkan proses pengembangannya. Saat itu bulan September tahun 1991, Ari Lemke yang merupakan relawan administrator FTP, menganggap nama Freax tidak bagus dan tidak enak didengar. Tanpa sepengetahuan Linus, Ari mengubah nama Kernel itu dengan nama Linux. Selanjutnya Linus tidak pernah mempermasalahkan nama tersebut dan ikut menggunakannya.

Linux Berlisensi GNU GPL

Saat awal Linux diperkenalkan, Linus menggunakan lisensinya sendiri dan melarang penggunaan Linux untuk tujuan komersial apapun. Semua software yang digunakan untuk membuat Linux berlisensi GNU GPL yang merupakan software yang bebas.

Baca Juga: Distro Linux Asli dari Indonesia

Selain itu komponen yang mendukung agar Linux bisa berjalan secara utuh semuanya juga berlisensi GNU GPL, mulai dari Shell, Compilers, Library, dan lain-lain. Sampai akhirnya pada Desember 1992, Linux versi ke-2 dirilis dibawah lisensi GNU GPL, sehingga Linux disebut sebagai GNU/Linux.

Maskot Linux

Empat tahun kemudia, pada tahun 1996, Linus mengumumkan maskot Linux adalah seekor Pinguin dengan nama Tux. Alasan pemilihan Pinguin sebagai maskot Linux karena Linus sebagai pencipta Linux mempunyai pengalaman yang buruk terhadap Pinguin semasa kecilnya.

Nama Tux merupakan singkatan dari Torvald’sUniX dan juga berarti tuxedo, jas berwarna hitam seperti pada logo linux. Logo Linux merupakan karya Larry Ewing, pemenang kontes desain logo Linux.

Perkembangan Linux Setelah Tahun 1996

Pada tahun 1998 beberapa perusahan besar seperti IBM, Compaq, dan Oracle mengumumkan bahwa produk mereka mendukung sistem operasi Linux. Bahkan pada tahun 1999, IBM membuat projek tambahan untuk mendukung Linux.

Pada tahun berikutnya, tahun 2000, Dell secara resmi mengumumkan pihaknya sebagai provider nomor 2 yang menggunakan sistem operasi Linux pada semua produknya. Tetapi pada tahun 2002, Microsoft berhasil membunuh Dell Linux dan mengancam semua perusahaan vendor hardware yang mengkampanyekan Linux.

Sejak saat itu Microsoft mulai merajai pasar komputer dan Linux semakin tenggelam. Sampai pada tahun 2006 Oracle merilis Linux Distronya sendiri dengan nama Red Hat Enterprise Linux (RHEL). Diikuti oleh Dell pada tahun 2007 menyematkan Linux Ubuntu pada setiap perangkat yang dipasarkannya.

Komunitas pengguna Linux dan distronya terus mengembangkan Linux agar mampu bersaing dan bertahan dengan sistem operasi yang lainnya. Sehingga pada tahun 2011 Kernel Linux versi 3.0 diperkenalkan, dan 4 tahun kemudian di tahun 2015 Kernel Linux versi 4.0 dirilis.


Baca Juga: Versi Linux Ubuntu Lengkap

Saat ini Linux banyak digunakan pada berbagai jenis komputer, mulai dari laptop komputer desktop, smartphone, router, pembaca buku elektronik, PlayStation, Xbox, dan lain sebagainya. Perusahaan-perusahaan besar seperti Intel, Dell, Oracle Corporation, IBM, Hewlett-Packard, Novell, Red Hat, dan Sun Microsystems mendukung penggunaan Linux pada produk buatan mereka.

Linux mampu bertahan di pasar teknologi karena menawarkan keunggulan seperti biaya operasional yang rendah, kompatibilitas tinggi, lebih aman, dan lebih stabil dibandingkan dengan sitem operasi yang lainnya.