Inilah 7 Linux Android Emulator Terbaik dan Ringan

7 Linux Android Emulator Terbaik
Sistem operasi Linux memang tidak sepopuler sistem operasi Windows, tetapi sistem Operasi Linux tetap mendapatkan perhatian tersendiri di kalangan praktisi IT karena memiliki beberapa keistimewaan. Linux memiliki Lisensi Open Source yang memungkinkan penggunanya bebas mengubah dan mengembangkannya.

Sistem operasi Linux banyak digunakan sebagai komputer server karena sistem operasi ini dikenal tangguh dan aman, selain itu biasa digunakan untuk hacking. Linux juga mulai banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga banyak dikembangkan software-software pendukung, tidak terkecuali emulator untuk Android.

7 Linux Android Emulator Terbaik

Bagi anda pengguna komputer dengan sitem operasi Linux yang ingin menjalankan sistem operasi Android pada komputer anda atau ingin melakukan test aplikasi android yang anda kembangkan, berikut 7 rekomendasi Linux emulator Android terbaik untuk anda:

1. Genymotion

Fitur yang ditawarkan Genymotion cukup lengkap yaitu GPS, SMS, Call, Battery, Wifi, dan lain sebagainya. Emulator ini cocok digunakan oleh developer maupun untuk keperluan sehari-hari. Pengguna akan mendapatkan update secara berkala sehingga selalu mendukung versi android terbaru.

Baca Juga: Membandingkan Linux dan Windows

Tetapi sangat disayangkan emulator ini bisa diakses secara gratis hanya dalam jangka waktu tertentu, bagi penggunaan jangka panjang harus membayar biaya tahunan. Genymotion tersedia untuk sistem operasi Windows, Linux dan Mac OS, sehingga menjadi salah satu emulator android paling populer.


2. Android SDK – AVDs

Merupakan emulator android yang secara resmi memperoleh dukungan sepenuhnya dari Google. Android SDK – AVDs merupakan emulator bawaan dari Android Studio, jadi ketika anda meng-install Android Studio maka secara otomatis emulator AVD pun ikut ter-install. Tetapi harus dilakukan beberapa konfigurasi yang menjelaskan jenis android device apakah smartphone, smart TV, android wear, tablet, atau yang lainnya.

Emulator yang sangat cocok digunakan oleh developer ini memiliki kelebihan selain didukung penuh oleh Google, tetapi juga memiliki fitur yang lengkap seperti profile hardware, skin, dan lain-lain. Tetapi sangat disayangkan karena untuk bisa menjalankan emulator ini dibutuhkan spesifikasi komputer yang cukup tinggi.

3. ARChon

Pada dasarnya ARChon membantu anda menjalankan aplikasi android pada Chrome, sehingga anda tidak perlu meng-install emulator android untuk bisa menjalankan aplikasi android pada komputer Linux anda. Untuk bisa menggunakan ARChon anda cukung menambahkannya sebagai ekstensi pada Chrome di komputer Linux anda.

4. Jar Of Beans – Wine Compatible

Pada awalnya emulator ini dibuat untuk pengguna Windows agar bisa menikmati fitur android pada komputernya. Tetapi pada perkembangannya pengguna Linux juga bisa menikmati emulator ini. Keistimewaan emulator ini adalah fitur multi user, dimana anda dapat menyimpan setting setiap user yang berbeda, dan menggunakan sesuai dengan kebutuhan tanpa mengganggu setting user yang lain.

Melalui Jar of Beans atau Toples Beans ini anda bisa menginstall Google Play Store dan menikmati semua aplikasi di dalamnya. Selain itu melalui emulator ini anda bisa mengubah resolusi tampilan menjadi mode tablet, atau mode android biasa.

5. Nox Player

Nox Player juga merupakan salah satu emulator android terbaik karena terbilang cukup ringan tetapi menawarkan fitur yang cukup banyak. Fitur-fitur seperti Battery, Wifi, Kamera, dan lain-lain tersedia pada Nox Player. Nox Player mendukung sepenuhnya penggunaan keyboard dan mouse sehingga sangat nyaman digunakan untuk memainkan game android pada komputer.

Baca Juga: Macam Macam Linux Debian dan Kelebihannya

Keistimewaan emulator ini adalah mendukung semua sistem operasi, ringan untuk dijalankan, dan mendukung control gamepad.

6. BlueStack


Salah satu emulator yang cukup banyak digunakan oleh developer maupun gamer android di perangkat komputer. Emulator ini sudah berjalan lancar pada komputer dengan kapasitas RAM 2 GB. Emulator ini juga bekerja secara cepat dan stabil dengan berbagai fitur yang ditawarkan, termasuk fitur pengaturan lokasi atau GPS.

Bluestack memiliki UI/UX yang cukup mudah dipahami bahkan oleh pemula sehingga menjadi emulator yang banyak digunakan saat ini. Selain itu emulator ini telah mendukung sistem operasi android terbaru dan bisa diakses secara gratis.

Untuk menjalankan aplikasi android melalui BlueStack, anda bisa mengunduh aplikasi tersebut melalui Google Play Store maupun melalui toko aplikasi sendiri milik BlueStack. Kinerja gaming dari emulator ini bisa dikatakan mengungguli emulator lainnya tetapi BlueStacks memiliki pemetaan keyboard yang kurang cocok dengan gerakan. Selain itu pada PC dengan spesifikasi rendah, emulator ini akan bekerja sangat berat dan lambat.

7. MEmu

MEmu baru muncuk pada tahun 2015, sehingga bisa dikatakan pendatang baru dibandingkan dengan yang lainnya. Jika berbicara masalah kecepatan, emulator ini sebanding dengan Nox Player dan BlueStacks. MEmu juga sangat dianjurkan bagi anda yang ingin menikmati game android pada komputer Linux. Salah satu keistimewaan MEmu adalah adanya dukungan untuk chip Intel, AMD dan Nvidia.


Baca Juga: Rekomendasi Distro Linux Terbaik

Itulah beberapa Android emulator terbaik untuk Linux yang bisa anda coba untuk menjalankan sistem operasi android pada komupter anda yang berbasis sistem operasi Linux. Emulator-emulator tersebut memungkinkan anda menguji dan menjalankan aplikasi android yang sedang anda kembangkan melalui android studio, atau hanya sekedar menikmati fitur android pada perangkat komputer.